In Time

It’s February 2020. One year after we got married.

Hi syg. Maafkan aku yg tak pernah bisa mengertimu. Yg tak pernah bisa jadi suami yg baik. Aku terlalu sibuk dgn pekerjaanku. Aku kerja dari pagi sampe tengah malem, tujuanku satu. Agar km dan aya slalu tercukupi materi. Dari dulu zaman SMP sampe sekarang, aku bukan laki2 baik. Yg bisa perhatian dgn pasangan. Bahkan bisa dibilang cuek, banget. Aku ga bisa kayak lelaki lain yg ngasih bunga di anniversary, atau pun bersikap romantis disaat ulang tahunmu. Mungkin di rumah aku pulang, trus dipikiranmu aku chat dgn chika atau cewek lainnya. Bukan. Aku memang main game. Tapi aku juga nyari kerja lain. Km tau kan kerjaanku sekarang sistem kontrak. Yg bisa diputus kapan aja. Aku mencoba mencari kerja baik di linked-in ataupun jobstreet. Ada tawaran, tapi gaji ga sesuai. Cari lagi. Begitu seterusnya. Selain itu aku juga googling, gimana cara jual rumah yg bener dan bisa beli rumah lagi. Jgn prasangka buruk ya klo aku pulang kerja ga langsung masuk kamar.

Aku pengen bgt tiap malem bisa pulang cepet, trus main sama kamu, sama dedek. Tapi aku baru keluar kantor jam 6. Dan harus nunggu bis bisa 1 jam an. Mau naik MRT atau gojek bisa aja. Tapi aku irit seirit-iritnya, nyari bis gratisan. Biar ga ada uang kebuang percuma. Nyampe stasiun sekitar jam 8 lewat. Aku harus nunggu beberapa jam untuk dpt krl yg agak lowong. Nafasku begitu sesak klo aku harus impit2an.

aku pengen tiap malem tidur di kamar, bukan ruang tamu. Tapi aku rokokan. Klo harus tiap hari mandi tengah malem, aku ga kuat. Bahkan mandi pagi aja aku gemeteran. Aku ga bisa ngebiarin kamu sama dedek kena racun rokok. Makanya aku klo ga mandi, bakalan tidur di ruang tamu.

Kamu kesel aku follow nanda? I don’t have feel anymore to her. Hobiku dari dulu emang suka stalking. Ga cuma nanda, tapi ciwi2. Maapkan untuk satu ini. Km kan tau dari dulu aku emang hobi lirik2. Tp ga pernah ada rasa kok. Cuma hobi aja hehe.

Klo masalah chika, please forgive her. Dia ga tau apa2. Kami itu deket. Udah kayak adik kakak. Kayak aku ke habiba. Km ga akan tau gimana aku deketnya dulu sama bibah sampe orang2 ngira kami pacaran. Aku ke bibah, sama dgn aku ke chika. Ga ada rasa. Hanya temen curhat. Temen2 kantor juga tau klo aku ke chika ga pernah ada rasa. Hanya sebatas temen deket. Aku punya beberapa sahbat cewek yg deket bgt, km ga akan tau. Tapi fix, ga pernah ada rasa sedikitpun. Aku memang suka deket cewek, karna itu naluri (mungkin keturunan). Tp ga pernah ada rasa. Sedikitpun. Aku cuma nyaman berteman sama dia. Makan siang bareng? Aku ga pernah makan siang berdua sama dia. Pasti bareng mbak alin dan cindy. Rame2. Jalan sama dia? Km baca WA aku kan. Dia ngajak ke depok naik gocar buat ketemu pacarnya. Tp aku tolak. Karna aku memang ga mungkin naik gocar bareng dia. Aku pernah jalan sama dia? Ga pernah. Cuma pulang bareng karna dia ke arah depok. Itu juga naik KRL. Dia turun UI, aku lanjut ke depok baru. Sorry kalo km cemburu untuk hal ini. Tp percayalah, semua baik2 aja.

belakangan ini kerjaanku padet sepadet2nya. Belum selesai tugas A, BCD menanti. Selesai A, mau ngerjain B, EFGH dateng. Semua bertubi2. Sampe Fariz aja bilang ke aku “kLo kewalahan, bilang aja wan.” Tp aku harus profesional. Aku harus sanggup ngerjain semuanya. Bahkan di WC aja aku sampe dicariin.

kapan hari aku sakit. Kena gerd. Dokter bilang, ini bukan karna makanan. Bukan karna kebiasaan. Tapi stress. Ya, stress yg aku rasain, yg ga akan pernah aku ceritain ke km. Aku ga pengen km terbebani dgn semua masalahku di kantor. Orang2 nyaranin aku cuti, tp aku ngumpulin cuti biar lebaran bisa libur panjang. Biar km bisa puas di bengkulu. Cuma itu tujuanku.

sejujurnya aku lelah dgn rutinitasku. Tapi cuma kamu dan dedek yg bikin aku mikir 2x untuk nyerah.

km mau kita me time? Kalo aku mampu, aku pengen bgt kita liburan. Tapi apa daya, aku lagi saving waktu kita.

maafin aku. Kita kenal terlalu cepet. Km belom hafal semua tentang aku. Tentang baik buruknya aku.

kalo km mau pergi silahkan. Jgn berat karna aya. Tapi ikutin hati dan logika km aja. Soal aya itu ga jadi masalah. Apapun yg terjadi, kita tetep orang tua dia dan akan jadi tanggung jawab bersama. ga akan berkurang kasih sayang kita ke dia. Sampe kapanpun.

kalo km masih kuat sama aku, dgn semua kekuranganku, tolonh terima aku apa adanya. Bukankah dulu sebelum nikah aku pernah nanya ke km, siap dgn semua konsekuensi yg ada di aku?

btw, happy first anniversary for us. I love you and aya, more than anything I have. Never ever said love to you. But, after I pray (sholat), you and aya is the first name I mention, to Allah. Wish him to take care of you and aya.

End of 2018, Start of 2019

I’ve so many experiences in this year. Off course. So much thank you for the Lord, Allah SWT. He always give everything that I need.

January

I’m still the same. A man that never know what I must doing in this year. Work everyday, back to boardinh house as “kost”. Be a committee for futsal competition. Be a captain, leader for my team. As a goalkeeper. Reach to semifinal. Not bad.

February

It was bored month. Just working everyday. Want to resign, but don’t have too much money.

March

Yes. Finally I can leave my job. After more than 3 years. Have some money to open a business. And some money for I refresh my mind. Travelling everywhere I want.

April

I’m still travelling everywhere. Not bad.

May

My birthday. Nothing special. Like every years. Still alone. And fasting. Go to home, enjoy my life. Gathered with old friends. And family.

June

Nothing special. Still enjoyed my life.

July

Spirit for search job. Test everywhere. Sometimes they rejected me, and sometimes I rejected them.

August – The Special Month

Why special month? I went to Jakarta. Test for the job. Enjoy my life. Go to the museum, park, beach, and etc. Get my dream. First, job. At oil and gas. With salary that above my expectation. Second, the girl that I never imagine I’ll fallen in love with her. But I must went to Balikpapan, for work.

September

First day for work. New spirit, new friends, new company.

October

Still have spirit for work. Enjoyed my life. And she came to here. So, I’m not alone again, but with her.

November – Very special month

Engagement’s day. She be my fiance, and will be my wife someday. Prepare for wedding day. Save some money.

December

Still same with previous month. But never bore with it. I enjoy my job, love my self, love my girl.

And finally, thanks God. For everything I have. For opportunity for my life.

Thank you for being the good year, 2018.

And welcome, 2019. I hope more challenge. If you can be nice for me, I will beat you.

For a Girl…

I’m not the man who can say “Love” everytime to you

Or give you a flower that make you happy everyday.

I just a man, who want to do anything that I can, to make you happy.

To make you peaceful.

To make you comfort when with me.

I’m sorry for anything I did if it make you hurt.

I’m never thinking if I want to hurt you.

When I say “hi” to other girl, it doesn’t mean I like her.

It just my instinct. Coz I’m a guy 😀

Hi you,

I just want you to know, you are irreplaceable.

Thank you for being everything for me.

Thank you for loving me.

We just meet 3 times.

As your brother.

As your fiance.

And, as your husband…

I love you more than anything I have.

Akhir Penantian

Orang bilang jatuh cinta bisa karena pandangan pertama. Bisa juga karena terbiasa bersama.

Pertama kali bertemu, aku tak pernah membayangkan kamu akan jadi sesuatu yg sangat berharga buat ku. Menjadi penantian terakhirku.

Jangankan membayangkan, bahkan berbicara pun tidak. Saling tatapan apa lagi. Hanya sekedar melirik sedikit, lalu pergi.

Jangankan mengucap kata “kamu mau kah jadi pacarku?” Atau “kamu mau menikah denganku?”

Bahkan mengatakan aku mencintaimu pun tak pernah. Aku bahkan ga tau sejak kapan bisa mencintaimu. Waktu kita kenal terlalu singkat, tapi aku ga pernah bisa seyakin ini sebelumnya.

Dan sekarang, hanya dalam waktu bulan, sebuah ikrar akan kita sematkan untuk berjanji sehidup semati. Melewati semua suka duka.

Aku yg bahkan tak pernah bisa mencintai wanita lain selain masa laluku, kini seakan akan kau masuk untuk mengusirnya.

Membiarkan dirimu ada di sana untuk selamanya.

Terkadang, yang tak pernah terbayangkan akan menjadi sesuatu yg sangat berharga untuk kita.

Terima kasih telah menjadi merah jingga kuning hijau biru nila ungu di hidupku.

Aku ga akan pernah berjanji untuk selalu membuatmu bahagia. Aku hanya berjanji untuk berusaha menjadi sesuatu yg indah bagimu.

Terima kasih untuk kesabaranmu menghadapi semua sifatku.

Dan terakhir…

Terima kasih telah menjadi “akhir penantianku”.

Rasa…

saya belum bisa mencintaimu

tapi bukan berarti saya tidak akan mencintaimu

saya belum bisa memberikanmu apapun

tapi bukan berarti aku tidak berusaha

saya belum bisa memberikanmu kenyamanan

tapi bukan berarti saya tak ingin membuat kau nyaman

biarkan semua berjalan sesuai alurnya

waktu akan menjawab semua rasa ini

ada yang tak bisa hilang

dan ada yang akan terganti

aku mencoba dan terus mencoba menambah rasa

menyisipkan satu namamu di hatiku

sulit karna ku masih punya rasa, terhadap masa lalu ku

sedikit terbuai, namun tak kan ku biarkan hati ini diisi oleh namanya begitu lama

Patah tumbuh, hilang berganti

Begitulah pepatah

Namun ini perasaan, bukan sebatang pohon

Yang tak bisa diprediksi kapan akan tumbuh, kapan akan berganti

Jika bersedia, tunggu hingga waktu itu menjemput

Bersama denganku, kan ku bawa kau ke sebuah acara sakral

Untuk membuat perjanjian, antara keluargamu, dan keluargaku, nanti…