Akhir Penantian


Orang bilang jatuh cinta bisa karena pandangan pertama. Bisa juga karena terbiasa bersama.

Pertama kali bertemu, aku tak pernah membayangkan kamu akan jadi sesuatu yg sangat berharga buat ku. Menjadi penantian terakhirku.

Jangankan membayangkan, bahkan berbicara pun tidak. Saling tatapan apa lagi. Hanya sekedar melirik sedikit, lalu pergi.

Jangankan mengucap kata “kamu mau kah jadi pacarku?” Atau “kamu mau menikah denganku?”

Bahkan mengatakan aku mencintaimu pun tak pernah. Aku bahkan ga tau sejak kapan bisa mencintaimu. Waktu kita kenal terlalu singkat, tapi aku ga pernah bisa seyakin ini sebelumnya.

Dan sekarang, hanya dalam waktu bulan, sebuah ikrar akan kita sematkan untuk berjanji sehidup semati. Melewati semua suka duka.

Aku yg bahkan tak pernah bisa mencintai wanita lain selain masa laluku, kini seakan akan kau masuk untuk mengusirnya.

Membiarkan dirimu ada di sana untuk selamanya.

Terkadang, yang tak pernah terbayangkan akan menjadi sesuatu yg sangat berharga untuk kita.

Terima kasih telah menjadi merah jingga kuning hijau biru nila ungu di hidupku.

Aku ga akan pernah berjanji untuk selalu membuatmu bahagia. Aku hanya berjanji untuk berusaha menjadi sesuatu yg indah bagimu.

Terima kasih untuk kesabaranmu menghadapi semua sifatku.

Dan terakhir…

Terima kasih telah menjadi “akhir penantianku”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s