Sejarah Doraemon

Yapp,kali ini gw pengen nulis tentang cerita Doraemon,film kesukaan gw dari gw masih kecil banged.bahkan semua komiknya gga ada yg terlewatkan untuk gw baca..

Pertama gw mau ceritain sejarah Doraemon..
Doraemon lahir pada tahun 6 Spetember 2112..Dia bukanlah merupakan robot canggih kelas 1 seperti robot2 lainnya.Doraemon kehilangan 1 buah baut yang membuat dia menjadi robot kelas 2.Saat test, Doramon pernah mendapat nilai nol..Untuk itu dia hanya diutus menjadi robot rumah tangga yang mengasuh Swashi.Swashi merupakan cicit dari nobita.Keluarga Swashi bukanlah keluarga yang kaya raya.Saat ada pelelangan robot,mereka hanya mampu membeli sebuah robot kelas 2 bernama Doraemon.Doraemon awalnya sama seperti robot kucing lainnya.Dia adalah sebuah robot kucing berwarna kuning dan memiliki 2 telinga.Namun suatu ketika Doraemon tertidur dan tiba2 robot tikus menggigit kedua telinganya.Alhasil, Doraemon pun menangis selama 10 hari sehingga cat kuningnya luntur dan berubah menjadi biru seperti Doraemon yang kita kenal sekarang ini.

 

Lalu keluarga Swashi masih bingung dengan keadaan keluarganya yang masih miskin.Hingga mereka memiliki ide untuk mengirim Doraemon ke Abad dimana di saat itu hiduplah seorang bernama Nobita yang merupakan cikal bakal kenapa keluarga Swashi miskin.Tadinya Nobita dikisahkan menikah dengan Jaiko (adiknya Giant).Tapi setelah datang Doraemon, Nobita akhirnya menikah dengan Shizuka.(Ini yang buat gw sedikit pusing..harusnya jikanobita nikah dgn jaiko maka silsilah keluarga berubah.Swashi harusnya gga ada karena Nobita bukan nikah sama jaiko melainkan Shizuka.)

Jadi Doraemon datang ke tahun 1969 di mana Nobita hidup dan membawa perubahan untuk Nobita dan keturunannya.Setelah keluarga Swashi tadi mengirim Doraemon ke masa lalu, barulah sedikit demi sedikit keadaan mereka berubah dan akhirnya mampu membeli robot kelas 1 yang bernama DORAMI yang dikisahkan merupakan adik dari DORAEMON..

belajar joomla part 2

Yah,,kalo dipostingan sebelumnya saya membuat postingan tentang apa itu joomla dan cara penginstalannya di halaman ini, kalo di sini saya ingin berbagi langkah2 yang harus dilakukan jika membuat website dari joomla..

1. Langkah yang pertama yg harus dilakukan yaitu menentukan templatenya..banyak template gratis maupun yang berbayar yang disediakan. tinggal kita search aja di mbah google..langkah ini harus dilakukan karena template joomla berbeda2..banyak fungsi yang ada di template A berbeda fungsi dgn template B.

2. Langkah selanjutnya yaitu setelah kita mendownload template, template tadi kan bentuknya rar. kita harus mengekstraknya di folder xampp/htdocs/namawebsite kita (misalnya sekolah)/templates..klo udah di ekstrak ntar bentuknya folder.trus masuk ke halaman administrator >> template manager..trus pilih template yg udah kita ekstrak tadi n jadiin default.

3. cara jadiin default gampang kok..tinggal klik bulet2 disamping kiri nama template itu, trus klo udah dicentang pilih default (yang gambar bintang warna kuning) yg ada di kanan atas halaman itu..

4. Selanjutnya setelah kita menginstall template yang sesuai, barulah kita menginstall modul2 yang ingin dipakai. Misalnya modul galeri, jam, kalender, dll..

5. Untuk menginstall modul, misalnya kita butuh modul jam, kita bisa search di google dengan kata kunci “clock joomla..” ntar pilih aja tu module jam yg sesuai keinginan.banyak yg gratisan kok..

6. kalo udah di donlod, trus masuk ke menu administrator >> extension >> install/uninstall..sama seperti install

7. Kalo udah di install modulenya, kita masuk ke halaman administrator >> extension >> module manager..trus cari module jam tadi..lalu klik enabled.

8. nah kalo udah kita bisa ngeditnya.tinggal klik aja filenya yg di module manager tadi maka kita akan masuk kehalamannya.tinggal diedit deh.misalnya mau ganti nama dr clock jadi waktu..trus ganti bentuk jamnya.atau juga letaknya di sebelah kiri template kita atau kanan atau bagian mana..

9. trus kalo udah di save trus klik tombol privies di bagian sudut kanan atas..

10. Nah,udah bisa toh nginstall module jam..selanjutnya tinggal nginstall module yang lain deh..kalo ada kesusahan dalam menginstall modul silahkan hubungin ane yah..pasti aneh siap bantu deh..

mungkin saat menginstall module ada beberapa module yang gga bisa diinstall..itu dikarenakan mungkin module itu gga support sama joomla versi kita.mungkin dia support sama joomla versi 1.6..kadangkala juga ada module seperti module phoca galery yang gga bisa asal install..karena module itu harus diinstall dgn komponen2nya..nanti saya akan memposting bagaimana menginstall module phoca galery dan yg laennya..oke..

sampe sini dulu postingan saya kali ini..kalo butuh bantuan silahkan hubungin saya aja..insyaallah saya bantu..thx yah..semoga bermanfaat..jgn lupa add fb saya dan follow twitter saya di @wawwan99 yah.. 🙂 salam blogger..

belajar joomla

yapp,,setelah sukses dgn proyek pembuatan website utk sekolah menggunakan joomla,kali ini saya ingin posting ttg belajar joomla..sebelumnya kita harus tau joomla itu apa..joomla itu ialah sebuah CMS untuk kita membuat website secara offline..Yya,dgn joomla,kita gga usah susah2 ngoding lagi seperti halnya CI ataupun KOHANA utk membuat suatu website..karena joomla telah menyediakan banyak modul2 yg bisa di donlod utk nantinya membantu dalam proses pembuatan website.modul2 itu ada yg berbayar dan ada yg gratisan.

sebelum menggukanan joomla,kita harus menginstal dulu XAMPP..XAMPP bisa di sonlod DISINI..

Nah,setelah didonlod dan diinstal,kita harus menginstall joomla..sebelumnya harus didonlod dulu.donlodnya DISINI NIH..

Joomla kalo bisa pake yg 1.5 dlu..karena yg 1.6 masih baru n masih banyak modul2 yg blom ada..Cara install joomla gga sembarangan llo..joomla yg udah didonlod tadi kan bentuknya rar..jadi harus diekstrak dulu biar jadi folder.kalo udah diekstrak,baru folder hasil ekstrak tadi di copy ke file XAMPP yg udah diinstall tadi..

joomla tadi dicopy ke dalam XAMPP/htdocs..

klo udah,,baru kita buka file XAMPP control panel..trus centang yg Apache dan MySql..

klo udah buka firefox trus klik localhost/joomla

baru abis itu kita nginstal joomla..

setelah joomla diinstall,kita kembali lagi ke file yg XAMPP/joomla tadi trus hapus file yg namanya instalation..

trus nama folder joomla tadi juga bisa diganti jadi sekolah atau joomlaku atau apa aja sesuai keinginan kita..tapi inget,kalo udah diganti,maka yg di mozila juga berubah ntar..tadinya kita harus ketik localhost/joomla,,setelah kita ganti misalnya “sekolah”,,maka kita ketiknya localhost/sekolah..

Nah,,kalo udah,kita tinggal obrak abrik joomlanya..caranya masuk ke mozila trus ketik localhost/sekolah/administrator..

ntar kita tinggal masukin user name n password yg kita buat saat instalasi joomla tadi..

kalo udah,,yya tinggal kita obrak abrik aja dihalaman administratornya..

ini contoh website yg saya buat untuk sekolah menggunakan joomla..untuk lebih jelasnya klik link www.smatrisila.sch.id..


Untuk postingan selanjutnya tentang gimana cara oprek2 joomla,,sabar yah..ntar saya posting lagi… 🙂

cinta laki-laki biasa

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,
hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

“Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati
hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara
mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania
menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania
dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

“Kamu pasti bercanda!”

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
“Nania serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli
memang melamarnya.

“Tidak ada yang lucu,” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!”

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah
pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

“Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?” Mama mengambil inisiatif
bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, “maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?”

Nania terkesima.

“Kenapa?”

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami.

Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat
bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.
Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan
laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa,
kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian
mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.

“Nania Cuma mau Rafli,” sahutnya pendek dengan airmata mengambang di
kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan
sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

“Tapi kenapa?”

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

“Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!”

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi
parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana
tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan
melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.
Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya.
Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli
tampak ‘luar biasa’. Nania cuma punya idealisme berdasarkan perasaan
yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan
nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

“Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.”

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak
percaya.

“Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!”

“Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!”

“Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes.

Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan
Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!

Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik
mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

“Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan
tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua.

Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.
Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.

“Tak apa,” kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.

“Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.”

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu.

Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu
bisa menangkap hanya maksud baik.

“Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?”

Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu
sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran
Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji
yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.

Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin
gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak
pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup
perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan
bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan
dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi
Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan
perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari
puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama
kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat
Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar.

Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

“Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera
dikeluarkan!”

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke
dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga
perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat
pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

“Baru pembukaan satu.”

“Belum ada perubahan, Bu.”

“Sudah bertambah sedikit,” kata seorang suster empat jam kemudian
menyemaikan harapan.

“Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.”

Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang
memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua.

Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak
bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

“Masih pembukaan dua, Pak!”

Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

“Bang?”

Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua
kehidupan.

“Dokter?”

“Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.”

Mungkin?

Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang
karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir
lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

“Pendarahan hebat.”

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.

Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana
pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.
Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua
mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda.

Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di
pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari
kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan
juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam.

Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang
terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang
kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan
penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan
kehadirannya.

“Nania, bangun, Cinta?”

Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan
berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang.

Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil
menggenggam tangan istrinya mesra.

Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

“Nania, bangun, Cinta?”

Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.
Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania.

Anak-anak merindukan ibunya.

Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama
tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata,
gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di
wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab.

Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.
Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun
terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke
sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu
cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.
Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut.
Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu
melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di
jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas
hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua
berbisik-bisik.

“Baik banget suaminya!”

“Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”

“Nania beruntung!”

“Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.”

“Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!”

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan
Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin
frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang
di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan
selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah
mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,
anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati,
kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak
berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski
karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Sumber: Cinta Laki-laki Biasa karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa, diketik ulang oleh Juli Prasetio Utomo, 28 Juni 2005, dengan pembenahan beberapa ejaan dan tanda baca.

beri aku 1 kesempatan

Tuhan…

disetiap detik ak terus berdoa pada-Mu..

disetiap menit,jam,bahkan disisa umurku yang mungkin gga akan lama lagi..

yg mungkin bisa aja Engkau ambil kapanpun Engkau mau..

 

ak berdoa pada-Mu Tuhan…

beri aku 1 kesempatan untuk bisa merasakan indahnya dicintai olehnya

beri aku 1 kesempatan untuk bisa merasakan indahnya hidup berdua dengannya

beri aku 1 kesempatan untuk bisa merasakan pelukan hangat tubuhnya

dan beri aku 1 kesempatan,,untuk bisa bilang kalo aku cinta dia..

 

aku mencintainya..

dan mungkin sangat-sangat mencintainya

lebih dari aku mencintai hidupku sendiri

lebih dari aku mencintai nyawaku

lebih dari aku mencintai tubuhku

lebih dari aku mencintai hatiku

lebih dari aku mencintai jantungku

 

dia seperti malaikat bagiku

mampu membawaku terbang melayang saat aku benar-benar jatuh dan terpuruk

mampu membuatku tersenyum saat air mata ini jatuh

mampu membuatku tertawa saat sedih menghampiri

mampu membuatku jatuh cinta lagi,saat kebencian datang

 

dia selalu ada dalam setiap mimpiku

selalu hadir saatku membutuhkannya

 

jika aku mati besok

izinkan aku untuk sekali saja menggenggam tangannya

izinkan aku 1 hari aja bisa berdua dengannya

melihat senyumnya

melihat tawanya

 

dia seperti bunga-bunga mekar yang gga pernah layu

dia seperti bintang yang bersinar terang di angkasa

 

hari ini…

aku bener-bener memohon pada-Mu Tuhan

berikan aku 1 kali aja,,kesempatan untuk bisa hidup dengannya sebelum ak menghembuskan nafas terakhirku

ak berjanji gga akan ada setitik air matapun jatuh dari matanya

ak berjanji gga akan ada kesedihan yang akan menghampirinya

 

ak mohon pada-Mu Tuhan..

aku mencintainya….

bingung sama perasaan ini

yah,,malem ini ntah udah yg keberapa kalinya gga bisa tidur…sejak putus itu,jadi gga pernah tidur malem..yah,,ini tanggal 23 mei 2011..ggaada yang istimewa sih dgn tanggal ini..tapi ntah kenapa aku jadi mikirin sesuatu..

yapp..mungkin udah 2 bulan lebih sejak ak putus..kini mencoba membangun kembali apa yang telah hancur..sekarang lagi seneng sama seorang cewek.yya memang sih perbedaan dgn dia jauh banged..dari mulai jarak udah sangat2 berbeda jauh.trus dari segi materi,,yya emang diakui dy punya materi yang lebih baik dari aku.itu yang buat ak sedikit bingung untuk bisa mendekatinya..ketemu sih emang blom pernah..tapi dari cerita2 temen dy itu baik n parasnya juga gga jelek..tapi tetep aja aku sedikit ragu..

namanya sangat2 indah..yang gga bisa disebutin di sini.mungkin temen2 deketku udah banyak yang tau..tapi gga tau kenapa,setiap chat ataupun smsan sama dy,buat hati ini serasa berbunga2..hohoho..apalagi denger suaranya di telp,,doh,,serasa melayang banged..

yya,,moga aja suatu saat nanti perbedaan ini bisa tertutupi oleh rasa sayang..jujur cuma kamu yg bisa buat ak bangkit lagi dari keterpurukan.n cuma kamu yang bisa ngisi kekosongan hatiku…

mungkin bukan kamu cewek pertama yang ak cintai..tapi ak pengen kamu jadi cewek terakhir yang aku cintai..mungkin saat ini kamu masih blom bisa terima cintaku ini,,tapi percayalah,,aku memang cowok brengsek dan berandalan..tapi aku punya 1 hati yang suci,yang tulus ak beri cuma buat kamu..

mungkin kamu gga sehebat mantanku itu..tapi kamu jauh lebih baik dari dy karena ak yakin kamu bukan tipe cewek yang mudah jatuh cinta sesaat setelah putus..

dan percayalah,,aku disini menantimu untuk siap menerimaku apa adanya…aku ggabisa janji banyak buat kamu..ak cuma bisa janji mencoba membahagiakanmu dan pastinya berjanji hanya mencintai 1 hati,,dan itu kamu.. 🙂